Arsip pada bulan August 2007


Agama Langit dan Agama Bumi

Wednesday, 29 August 2007

Di suatu sore di Surabaya yang panas. Sehabis kuliah, tapi enggan pulang. Seperti kebiasaan mahasiswa lainnya, saya memilih cangkruk di kampus. Kebetulan ada teman. Kami berbincang banyak hal, mulai dari politik, kampus hingga masalah musik. Entah kenapa tiba-tiba obrolan ini berbelok arah menjadi perbincangan agama.
Menurut teman saya ini, agama diklasifikasikan menjadi 2, yakni agama langit [...]

Baca selengkapnya ... »

Di Atas Mutiara Timur Malam

Tuesday, 28 August 2007

Nyaring peluit riuh berbunyi seiring suara-suara mendesis datang membising. Teriak sirene tertiup kencang. Perlahan-lahan semua berlalu. Pilar-pilar hijau menjauh. Bangku-bangku teronggok kosong dalam kebisuannya. Hangat memeluk dua bocah yang menggigil dalam kegelapan. Bangunan tua sekilas menantang.
Gemulai berjalan, mendecit tiada henti. Di atas jembatan, lalu-lalang kehidupan masih berlanjut hingga pagi kian menjelang. Berpadu dengan kerlap-kerlip cahaya [...]

Baca selengkapnya ... »

Angkuh

Monday, 27 August 2007

Menerawang dalam tatapan mata gelap kosong tanpa sorot. Memandang arah tanpa tujuan pasti. Berharap cerah membersit dalam pikiran. Menyingkap pekat selimut kegelapan yang mengembang. Mencerna akal dalam kunyahan rindu kasih berlagu.
Dalam hati, sombong menjalarkan sulur mengakar mencengkeram budi. Bimbang menjala setiap asa yang berenang dalam lautan kalbu. Suluh ego membias cahaya penuntun jalan. Hangat amarah [...]

Baca selengkapnya ... »

Senyum

Sunday, 26 August 2007

Yang tertawan disini dalam jeruji pengap gulita penjara cinta yang kau hadirkan. Terikat dalam satu belenggu rasa yang tak hilang dilekang masa. Meringkuk sedih dalam setiap gundah yang hadir membawa gulana. Merana dalam pilu ratap rindu membayangkan hadirmu.
Terperosok dalam jurang mimpi tak bertepi. Jatuh ke terseret lembah cinta menganga. Menanti harap satu lengan terulur mengiba. [...]

Baca selengkapnya ... »

Murka Bumi

Saturday, 25 August 2007

Mengalirlah. Mengalirlah terus sobat. Luapkan semua gemuruh dalam perutmu. Muntahkan dan genangi semua. Jangan ada sedikitpun tersisa. Rendam mereka, basahi dengan amarah yang kau semburkan. Bakar mereka dalam azabmu yang membara. Hingga tak ada lagi yang mampu berdiri tegak menantang.
Tangis duka jangan sampai menghentikan langkahmu. Ratap isak jangan sampai merajuk belas kasihmu. Biarkan derita [...]

Baca selengkapnya ... »

Benci

Friday, 24 August 2007

Saat cinta datang membara, jurang agama jadi satu pemisah. Menjauhkan satu pesona indah perempuan ke dalam bingkai rasa muak yang terhebat yang pernah ada. Entah mengapa manusia terlalu bodoh memaksakan agama untuk menjadi sekat pembeda satu sama lain. Bagaimana bila wahyu itu turun manakala seorang agitator murahan memungutnya dibalik tumpukan sampah berserak.
Berusaha melupakan segala sesuatu [...]

Baca selengkapnya ... »

Candu

Thursday, 23 August 2007

Ia datang membelai dengan asap-asapnya yang memabukkan. Sejenak lupa merasuk menghapus pikiran. Dengan kejamnya ia merusak satu kedamaian yang pernah tercipta.
Daun-daunnya yang hijau mengering menawarkan satu rasa tiada tara. Kenikmatan atas satu kerinduan yang indah dengan sejuta pesona. Menanam satu mimpi akan hasrat hidup diatas segalanya.
Diatas kuncup-kuncup memerah, getah mengalirkan susu. Merasukkan mabuk dalam setiap [...]

Baca selengkapnya ... »

MalayaSial

Wednesday, 22 August 2007

Dera cambuk melecut pungung-punggung yang terbungkuk oleh beban yang makin menumpuk. Panas setrika tertelan dalam didih keringat yang mengucur deras dari tubuh yang bersimbah peluh penderitaan. Makian kata-kata menghujam ke sanubari yang telah tuli oleh pekik tangis keluh kehidupan yang tanpa harapan. Sulut rokok tak mampu hadirkan siksa.
Tangan menengadah dalam gelimang harta terbayang. Meraih mimpi [...]

Baca selengkapnya ... »

Yahukimo

Tuesday, 21 August 2007

Kepak-kepak sayap gagak menyeruak di balik pepohonan. Berkicau parau dengan suara mereka yang serak. Mengabarkan satu berita duka tentang petaka kematian yang mewabah bersama lenguh penggali kubur yang terduduk kelelahan di atas satu nisan.
Matanya yang memerah, menyala menahan tangis. Mengisahkan satu cerita kelam anak manusia. Tentang pecahan periuk yang tak lagi ingin menanak sagu. Tentang [...]

Baca selengkapnya ... »

Belenggu

Tuesday, 21 August 2007

Terpaku disini dalam satu ikatan hidup dan mati. Meraba-raba satu arti tentang arti hidup ini. Mencoba membebaskan diri dalam dekapan nafsu duniawi. Untuk kemudian berlari gembira menyongsong hangat pelukan jiwa agung Sangkan Paraning Dumadi.
Mencoba mengais-ngais satu pengertian dalam kebimbangan jiwa yang kering atas dahagamu. Buntu arah jalan yang menghampar di depan. Tanpa arah, tanpa petunjuk, [...]

Baca selengkapnya ... »