Alasan Penundaan
Walaoe pada akhirnja kalah dengan skor 1 - 0 ketika berhadapan dengan Korea Selatan, penampilan tim nasional sepakbola Indonesia di Piala AFTj, ataoe biasa diseboet Piala Asia, sangat membanggakan. Ngotot dan berdjoeang dengan semangat pantang menjerah, karakter jang beloem pernah terlihat sebeloemnja, kini mendjadi tjiri permainan skoead merah poetih. Setidaknja itoe jang terlihat selama pertandingan di babak penjisahan groep D Piala Asia 2007.
Sepakan Kim Djoeng Mwo di menit ke 34 memanfaatkan oempan matang Lee TJhoen-Soo, setelah sebeloemnja sempat membentoer toeboeh M. Ridwan, tak mampoe ditepis oleh kiper Markoes Harrison Ririhina, dan berboeah gol. Kedoedoekan ini bertahan hingga wasit Mark Shill, asal Aoestralia, menioep peloeit pandjang tanda akhir pertandingan.
Gemoeroeh semangat jang diteriakkan sekitar 87.000 pendoekoeng timnas sepakbola Indonesia jang hadir di Stadion OEtama Gelora Boeng Karno tak mampoe meletjoetkan semangat ekstra para pemain Indonesia jang berlaga malam itoe. Padahal timnas sepakbola Indonesia hanja memboetoehkan hasil seri dalam pertandingan terseboet, mengingat di pertandingan lainnja di groep D, timnas sepakbola Arab saoedi menang telak melawan timnas sepakbola Bahrain dengan skor 4 - 0.
Memang terseboet moengkin terlihat mengetjewakan, namoen mengingat lawan jang dihadapi adalah semifinalis Piala Doenia 2002, timnas sepakbola Indonesia setidaknja kalah dengan kepala tegak. Sedikit harapan toemboeh dimata para pentjinta timnas sepakbola Indonesia dan penggemar sepakbola di tanah air. Harapan jang telah didengoeng-dengoengkan sedjak peloentjoeran pertama Liga Indonesia 1 di tanah air, tentang tampilnja sepakbola di Indonesia. Dimana-mana orang membitjarakan tentang kebangkitan sepakbola nasional.
Sebeloem djaoeh melantoer. Moengkin ada jang bertanja, kenapa haroes membitjarakan kegagalan tim nasional sepakbola Indonesia melangkah ke perempat final Piala AFTJ. Entahlah, gara-gara kekalahan ini, saja djadi tidak bersemangat menghabiskan hari. Pada akhirnja peloentjoeran projek weblog saja poen ikoet tertoenda.
Saloet atas perdjoeangan pemain timnas sepakbola Indonesia. Angkat topi boeat Bapak Ivan Venkov Kolev jang telah berhasil menanamkan satoe semangat baroe dalam doenia persepakbolaan di Indonesia. Hormat pada perilakoe penggemar sepakbola Indonesia jang hadir menjemangati timnas sepakbola Indonesia di Stadion OEtama Gelora Boeng Karno dan setjara dewasa telah menoendjoekkan sikap sebagai toean roemah jang baik. Terimakasih Bapak Noerdin Halid, tidak pertjoema anda bermoeka tebal ketika tanpa maloe beroesaha mempertahankan djabatan sebagai Ketoea Oemoem Persatoean Sepakbola Seloeroeh Indonesia, walaoepoen anda sedang mendjalani hoekoeman pendjara. Terimakasih djoega boeat Adit dkk dari GMNI komisariat FH Oenair, jang telah mengadakan atjara nonton bersama dikampoes tertjinta selama timnas sepakbola Indonesia bertanding.
Boeat Bapak Soesilo Bambang Joedhojono, doea atjoengan djempol ke bawah oentoek anda jang tak pernah berhenti menebar pesona politik dihadapan ratoesan djoeta pasang mata rakjat Indonesia. Walaoepoen alasan pragmatis anda hadir menjaksikan pertandingan terseboet goena menjemangati para pemain timnas sepakbola Indonesia.
Boeat Bapak DJoesoef Kalla, semoga kelak ketika anda tidak mendjabat sebagai Wakil Presiden ataoepoen Ketoea Oemoem Partai Golkar, anda masih maoe hadir menjemangati para pemain timnas sepakbola Indonesia jang sedang berlatih. Sebab doeloe ketika anda mendjabat sebagai Menteri, anda tidak pernah melakoekannja.
Boeat anda berdoa, bapak presiden dan wakil presiden Indonesia, segera hentikan semoea kosong ini. DJAJALAH SELALOE SEPAKBOLA INDONESIA…!!!
Beri komentar