Angkuh

Monday, 27 August 2007

Menerawang dalam tatapan mata gelap kosong tanpa sorot. Memandang arah tanpa tujuan pasti. Berharap cerah membersit dalam pikiran. Menyingkap pekat selimut kegelapan yang mengembang. Mencerna akal dalam kunyahan rindu kasih berlagu.

Dalam hati, sombong menjalarkan sulur mengakar mencengkeram budi. Bimbang menjala setiap asa yang berenang dalam lautan kalbu. Suluh ego membias cahaya penuntun jalan. Hangat amarah memancar dalam dingin keraguan.

Tertutup mata oleh buta watak dunia dari pikiran bimbang menakar salah dan benar. Timbangan akal tak bergerak dalam luapan rasa bengis akan harga diri. Keras sikap terlahir dalam kekalutan kacau pandangan yang tersampai.

Tatapan menyempit senyum sinis mengembang. Segala arah berpendar dalam satu arah. Tangan terlipat dibawah dada.

Tentang harga diri yang tak hendak terbeli. Tentang amarah yang tak ingin mencair. Tentang akal yang tak mau menimbang rasa. tentang pikir yang tak tajam mengorek nurani. Dibalik semua tubuh berdiri menantang dunia tanpa bijak berperi.

Beri komentar