Belenggu

Tuesday, 21 August 2007

Terpaku disini dalam satu ikatan hidup dan mati. Meraba-raba satu arti tentang arti hidup ini. Mencoba membebaskan diri dalam dekapan nafsu duniawi. Untuk kemudian berlari gembira menyongsong hangat pelukan jiwa agung Sangkan Paraning Dumadi.

Mencoba mengais-ngais satu pengertian dalam kebimbangan jiwa yang kering atas dahagamu. Buntu arah jalan yang menghampar di depan. Tanpa arah, tanpa petunjuk, sesat kegelapan datang menjelang.

Langkah terseok, terseret-seret mengejar satu bayang cahaya. Berharap dian menerangi jalan yang terputus. Kepekatan gulita menyerang menutup tatapan mata kosong yang buta tanpa pandangan.

Merangkak diatas kaki dan tangan rapuh yang tak mampu lagi menopang tubuh dalam usaha mengejar kehadiran suci satu kasih. Terluka diatas geliat tajam kerikil yang merintang. Tertunduk rebah dalam satu nafas asa yang terputus.

Hanya cakupan dua tangan sujud yang berusaha menggapai dalam doa yang terucap. Takluk dalam keheningan yang membuai satu pesona jiwa kuasa. Meresapkan rasa atas makna yang terungkap dalam satu damai kesunyian.

Beri komentar