Candu
Ia datang membelai dengan asap-asapnya yang memabukkan. Sejenak lupa merasuk menghapus pikiran. Dengan kejamnya ia merusak satu kedamaian yang pernah tercipta.
Daun-daunnya yang hijau mengering menawarkan satu rasa tiada tara. Kenikmatan atas satu kerinduan yang indah dengan sejuta pesona. Menanam satu mimpi akan hasrat hidup diatas segalanya.
Diatas kuncup-kuncup memerah, getah mengalirkan susu. Merasukkan mabuk dalam setiap jiwa yang meminumnya. Membuai dalam barisan kata tentang makna hidup dan mati.
Menyebar diseantero persada, menyusup ke relung gelap manusia. Tawarkan kehangatan semu tentang janji kehidupan yang indah tiada tara. Janji tentang tempat kehidupan tiada dua diatas dunia.
Tempat kehidupan dimana pohon berbuah ranum tanpa pernah henti. Dimana sungai-sungai mengalirkan susu dengan hamparan padang hijau yang asri. Dimana bidadari hadir sebagai pelayan setia, menemani sepanjang hari.
Tempat kehidupan semu yang membuat semua terbujuk dalam tipu muslihatnya.
Beri komentar