Cemburu

Tuesday, 14 August 2007

Di sudut engkau berdiri. Memendam bara yang meluap tak henti. Tangan mendekap dalam kemarahan. Bibir tak henti mengisakkan tangis. Dan mata yang berlinang meneteskan sedih.

Berlari dalam pedih. Mendekap kegundahan. Dada terguncang dalam pelukan pembaringan. Basahlah sudah airmata menggenang.

Tak pernah ada maksud menduakanmu dalam hati. Tak hendak mata menoleh ke lain cinta. Tak pernah ada tangan mendekap dalam dua pelukan kasih. Tak ingin kaki melangkah dalam dua jalan asmara.

Satu cobaan cinta datang mendera. Menyisakan amarah yang tak kunjung reda. Luka menoreh menyisakan guratan yang membekas. Tuduhan itu tak berakar. Hanya satu angin yang mengipasnya menjadi nyala api.

Hanya ada satu belahan jiwa yang mampu mengisi belahan jiwa ini. Jika dua, alangkah tak sempurnanya raga ini. Semoga hari berganti dan ceriamu kembali mengembang. Bersama kita kembali menari dalam dendang asmara.

Beri komentar