Kejora
Ku pandang langit
Penuh bintang bertaburan
Berkelap-kelip seumpama intan berlian
Nampak sebuah lebih terang cahayanya
Itulah bintangku
Bintang Kejora yang indah selalu
Bintang Kejora yang indah. Bintang yang terangnya melebihi bintang-bintang lainnya. Bintang yang selalu berkelip mewarnai langit di kala gelap.
Bintang Kejora yang nampak indah hanya dalam lagu kanak-kanak yang dulu pernah kunyanyikan. Bintang khayalan yang hanya membawa kedamaian dalam khayal kanak-kanak yang lugu tanpa dosa.
Bintang Kejora yang sama berkibar dalam satu bentangan bendera tanda perlawanan. Berkibar diatas saudara-saudaraku di tanah Papua yang merindukan satu hasrat merdeka dalam pelukan pertiwi. Mengobarkan semangat juang atas setiap keadilan dan ketimpangan sosial yang terjadi. Membisikkan kata perlawanan terhadap setiap penjarahan yang terjadi di tanah saudaraku yang kaya. Semut pun akan menggigit bila diinjak.
Sementara saudaranya di lain tempat menuduh mereka dengan teriakan kata separatis. Memburu dalam kilatan tajam sangkur yang terhunus. Menghujani mereka dengan berondongan peluru tak kenal ampun. Hingga damai menjauh dari tanah mereka.
Saudaraku, kumohon turunkan bendera itu. Aku tak pernah bisa membayangkan bagaimana suatu saat nanti aku kita harus bertemu dalam satu rasa sebagai musuh. Atau membayangkan suatu saat nanti harus menjabat tanganmu sebagai orang asing.
Simpan Bintang Kejora dalam relung hati kalian. Jadikan ia satu simbol atas perlawanan tehadap setiap ketidakadilan yang datang menyapa. Simbol penentangan terhadap setiap ketimpangan sosial yang terjadi. Simbol kebencian atas cengkeraman tangan orang-orang serakah yang datang memerah tanah kalian.
Semoga Tuhan senantiasa mengibarkan Bendera Bintang Kejora di hati kalian, wahai saudara-saudaraku di tanah Papua …
Beri komentar