Padmo ataukah Patmo?
Anda warga kota Surabaya? Tentu tidak asing dengan nama jalan Padmosusastro. Namun ada satu pertanyaan buat anda, manakah ejaan yang benar, Padmosusastro ataukah Patmosusastro?
Ini kejadian saya temukan ketika melintas di Jalan Mayjen Sungkono Surabaya. Dari arah barat, tepat sebelum Universitas 45, anda akan menemukan sebuah plang penunjuk jalan berwarna hijau bertengger di atas jalan. Arah tanda panah ke kiri menunjukkan jalan Padmosusastro.
Kira-kira setelah berjalan beberapa ratus meter, ada jalan kekiri, sebelum perempatan jalan. Kalau anda perhatikan, diujung kanan jalan tersebut anda akan menemukan sebuah plang nama jalan. Disana tertulis “Jalan Patmosusatro”.
Telusuri jalan tersebut, kemudian anda akan menemukan pertigaan jalan, di mana jalan ke arah kanan adalah jalan Lesti. Terdapat sebuah plang penunjuk jalan lagi. Kali ini yang tercantum di plang tersebut adalah “Jalan Padmosusastro”.
Telusuri terus. Di ujung jalan ada pertigaan di mana anda akan banyak menemukan penjual aksesori antik. Kalau anda sempat menolehkan pandangan ke kanan, anda akan menemukan satu plang penunjuk jalan lagi, yang bertuliskan “Jalan Patmosusastro”. Setelah gedung Gelora Pantjasila pun kalau anda melirik ke plang penunjuk jalan yang berada di atas, anda akan membaca tulisan “Jalan Patmosusatro”.
Teman saya berargumen, yang benar adalah Padmosusastro. Sebab kata padmo dalam bahasa Jawa berarti bunga Teratai. Persis seperti nama salah seorang dari si kembar Patil di cerita Harry Potter. Sedangkan patmo tidak memiliki arti apapun. Mungkin kesalahan tersebut disebabkan oleh faktor keseleo lidah orang Jawa yang terkadang melafalkan huruf “D” sebagai “T”, contohnya, frase “soto babad” sering diucapkan sebagai “soto babat”. Eiits tunggu dulu. Bagaimana jika ada ejaan resmi nama orang yang dijadikan nama jalan tersebut adalah Patmosusastro (misalnya tertulis dalam akte lahirnya)?
Satu keanehan kecil dan sedikit membingungkan. Kejadian sepele yang kerap terjadi dalam kebiasaan berbahasa orang-orang Indonesia. Apalagi jika anda perhatikan disepanjang jalan tersebut anda akan menemukan toko dan rumah yang sebagian mencantumkan ejaan “Padmosusastro”, dan sebagian lagi menggunakan ejaan ”Patmosusastro”. Bingung juga memilih mana yang benar, menggunakan huruf “D” (Padmosusastro) atau “T” (Patmosusastro).
What is the name? Tapi kesalahan ini mungkin dapat berakibat pada perbedaan status tertentu dari warga yang tinggal di daerah tersebut. Misalnya, sertipikat tanah dan bangunan. Bagaimana jika yang tercantum di sertipikat tersebut adalah Jalan Patmosusastro, namun yang diakui adalah Jalan Padmosusastro? Tentunya anda tidak akan mau direpotkan untuk mengurusi pembenahan ejaan tersebut ke kantor BPN. Begitu juga misalnya kalau anda seorang advokat atau badan usaha, yang mencantumkan Jalan Padmosusastro sebagai tempat kedudukan hukumnya, namun ejaan yang benar ternyata “Patmosusastro”. Mungkin di Indonesia kurang diperhatikan, tapi kalau anda berurusan hukum dengan warganegara asing, misalnya orang Amerika Serikat, mungkin hal ini akan sangat diperhatikan.
Semoga pihak Pemerintah Kota Surabaya segera memperhatikan masalah kesalahan ejaan ini.
February 9th, 2008 at 11:42 pm
Tullllll sekaleeeee……patmo atau padmo … But sure….that’s wrong guy….
saya lebih cenderung Padmosusastro….asli nama sastrawan jawa diabad 19 yang diabadikan oleh inlander maupun bangsane awak dewe///
regards