Arsip pada bulan August 2007


Sumbang

Monday, 20 August 2007

Sendiri bernyanyi di tengah gulita malam. Berteman sunyi kemerlip bintang dan terang sinar rembulan. Gemerisik jangkrik mengalunkan simfoni nada kelam. Ngiang nyamuk membisik telinga.
Memetik gitar ditengah sunyi. Memainkan dawai-dawai lagu sepi. Irama sendiri melantun diantara lincah jemari menekan nada. Menikmati satu tempo sepi dalam hidup.
Entah mengapa semua nada terngiang sumbang. Parau irama terdengar mengalun diantara [...]

Baca selengkapnya ... »

lupa

Sunday, 19 August 2007

Rinai hujan tak lagi deras menetes dari langit. Halilintar tak lagi bersahut sambung menyambung. Mega mendung telah berlalu pergi seiring sinar matahari yang menyeruak pilu. Burung-burung mengibaskan tubuh mereka untuk mengusir basah di bulu mereka. Cacing-cacing keluar tanah mencari udara segar.
Wajah-wajah tertunduk dalam ratap tangis gelisah. Memandang sayu pada air yang menggenang. Menatap kelam pada [...]

Baca selengkapnya ... »

Tri Pramana dalam Wrhaspati Tattwa

Sunday, 19 August 2007

Dalam Wraspati Tattwa yang merupakan satu filsafat kerohanian Hindu, terdapat suatu keterangan singkat mengenai Tri Pramana. Bunyinya adalah sebagai berikut :

“Pratyaks?numanaçca
Krtan tad Waçan?gamah
Pram?nan triwidamproktam
Tat samyagjan?m uttamam”.

Ikang sang kahanan dening pramana telu ngaranya, pratyaksanumanagama. Pratyaksa ngaranya, katon kagamel, anumana ngaranya kadyanangganing anon kukus ring kadohan, yata manganumana hinganing apuy, yeka anumana ngaranya. Agama ngaranya. Ikang aji [...]

Baca selengkapnya ... »

Wahai Pesona

Sunday, 19 August 2007

Di suatu senja yang muram. Sisa-sisa panas matahari masih terasa di udara, walau cahayanya telah meredup tertutup mega-mega di ufuk barat. Kaki melangkah di atas roda, menantang angin untuk mengusir penat ditubuh. Segarkan pikiran yang sejak pagi terus mengusut. Berharap sejuk menghela lelah yang tersisa.
Diatas jembatan berdiri memandang satu arah pasti. Tak hirau lalu-lalang manusia [...]

Baca selengkapnya ... »

Huh…!!!

Saturday, 18 August 2007

Hah betapa bodohnya mereka yang mengagungkan-Mu dalam setiap doa yang mereka ucapkan. Menyebut nama-Mu dalam setiap langkah yang hendak mereka pijakkan. Berlindung dalam pelukan-Mu dalam setiap derita yang menimpa.
Hahah tak ingatkah Kau, bagaimana mereka melupakan-Mu dalam setiap dosa yang mereka perbuat. Mengabaikan-Mu dalam setiap nikmat surga duniawi yang mereka teguk. Mengejek-mu dalam setiap kebahagian yang [...]

Baca selengkapnya ... »

Kejora

Friday, 17 August 2007

Ku pandang langit
Penuh bintang bertaburan
Berkelap-kelip seumpama intan berlian
Nampak sebuah lebih terang cahayanya
Itulah bintangku
Bintang Kejora yang indah selalu
 
Bintang Kejora yang indah. Bintang yang terangnya melebihi bintang-bintang lainnya. Bintang yang selalu berkelip mewarnai langit di kala gelap.
Bintang Kejora yang nampak indah hanya dalam lagu kanak-kanak yang dulu pernah kunyanyikan. Bintang khayalan yang hanya membawa kedamaian dalam khayal [...]

Baca selengkapnya ... »

Aku Ingin

Thursday, 16 August 2007

Aku ingin menjadi terang cahaya dalam setiap kegelapan yang melandamu. Menerangi pada setiap pijakan langkah yang kau jejakkan. Membimbingmu dalam setiap hentakan pasir waktu.
Aku ingin menjadi indah mimpi dalam setiap lelap tidurmu. Menjagamu dalam dekapan. Membelaimu dalam kehangatan. Hingga tak ada satu ganggu membuatmu terbangun.
Aku ingin menjadi udara dalam setiap nafas yang kau hirup. Membawa [...]

Baca selengkapnya ... »

Mengerti

Wednesday, 15 August 2007

Jangan kau tanya kenapa aku tak mengerti. Atau bagaimana bisa aku tak mengerti. Karena memang aku tak mengerti.
Bukannya aku tak mau mengerti. Dan bukan pula aku tak pernah ingin mengerti. Atau berpura-pura tak mengerti. Atau pula berusaha untuk tak mengerti. Tapi sungguh aku tak mengerti.
Kenapa aku tak mau mengerti. Bagaimana bisa aku tak mengerti. Sungguh [...]

Baca selengkapnya ... »

Cemburu

Tuesday, 14 August 2007

Di sudut engkau berdiri. Memendam bara yang meluap tak henti. Tangan mendekap dalam kemarahan. Bibir tak henti mengisakkan tangis. Dan mata yang berlinang meneteskan sedih.
Berlari dalam pedih. Mendekap kegundahan. Dada terguncang dalam pelukan pembaringan. Basahlah sudah airmata menggenang.
Tak pernah ada maksud menduakanmu dalam hati. Tak hendak mata menoleh ke lain cinta. Tak pernah ada tangan [...]

Baca selengkapnya ... »

Orang Rimba

Monday, 13 August 2007

Mereka menari dalam riang kegelapan tanpa satu cahaya dian menemani. Kayu bakar raib, seiring deru gergaji menumbangkan pohon-pohon. Lenyap tanpa sisa. Tak ada lagi nyanyian burung-burung menemani. Bahkan semut pun tak mau menyaksikan mereka bernyanyi. Mereka berpesta di atas panggang hampa. Buruan pergi menghilang entah kemana. Lari terusir dari padang rerumputan yang kering menghampar. Tusukan [...]

Baca selengkapnya ... »