Senyum

Sunday, 26 August 2007

Yang tertawan disini dalam jeruji pengap gulita penjara cinta yang kau hadirkan. Terikat dalam satu belenggu rasa yang tak hilang dilekang masa. Meringkuk sedih dalam setiap gundah yang hadir membawa gulana. Merana dalam pilu ratap rindu membayangkan hadirmu.

Terperosok dalam jurang mimpi tak bertepi. Jatuh ke terseret lembah cinta menganga. Menanti harap satu lengan terulur mengiba. Menarik jiwa yang terperangkap melunglai dalam kubangan hasrat tak terjawab. Meretas semua sulur yang membelit erat tak berampun.

Terjerat oleh satu pesona yang hadir mengembang tersungging dibibirmu. Tak henti menari dalam bayang semu hasrat yang menggebu. Menyerap segala bahagia yang pernah terukir dalam asa. Hadirkan satu senyuman indah sejuta ceria dunia.

Senyum yang menawar seluruh nila yang meracun dalam jiwa. Senyum yang mengusir segala mendung yang menutup hangat sinar kehidupan. Senyum yang melukis satu warna indah pelangi dalam hati. Senyum yang membuat semua malam yang berlalu terasa gila tanpa menghadirkannya dalam mimpi. Senyum yang tak pernah berlalu semenjak Watu Ulo terhilang dari pandangan.

 

Beri komentar