Tri Pramana dalam Wrhaspati Tattwa

Sunday, 19 August 2007

Dalam Wraspati Tattwa yang merupakan satu filsafat kerohanian Hindu, terdapat suatu keterangan singkat mengenai Tri Pramana. Bunyinya adalah sebagai berikut :

Pratyaks?numanaçca

Krtan tad Waçan?gamah

Pram?nan triwidamproktam

Tat samyagjan?m uttamam”.

Ikang sang kahanan dening pramana telu ngaranya, pratyaksanumanagama. Pratyaksa ngaranya, katon kagamel, anumana ngaranya kadyanangganing anon kukus ring kadohan, yata manganumana hinganing apuy, yeka anumana ngaranya. Agama ngaranya. Ikang aji inupapattyan deng sang guru yeka gama ngaranya. Sang kinahanan dening pramana telu Pratyaksanumanagama yata sinangguh samyagjnana ngaranya.

(Wrhaspati Tattwa, 26)

Orang yang dikatakan memiliki tiga cara untuk mendapat pengetahuan disebut Pratyaksanumanagama (Pratyaksa, Anumana, dan Agama Pramana, red). Pratyaksa namanya karena terlihat dan terpegang. Anumana sebutannya sebagai melihat asap ditempat yang jauh, untuk membuktikan kepastian adanya api, itulah yang disebut Anumana. Agama (Pramana) disebut pengetahuan yang diberikan oleh para guru (cerdik cendikia). Itulah yang dikatakan Agama (Pramana). Orang yang memiliki tiga cara ini, Pratyaksa, Anumana, dan Agama Pramana, dialah yang berpengetahuan lengkap.

Jadi satu pengetahuan tentang kebenaran yang kita dapatkan, belumlah bisa dikatakan lengkap apabila kita hanya menggunakan salah satu cara dalam Tri Pramana saja. Ketiga perlu dilakukan agar pengetahuan yang kita memiliki itu benar dan lengkap adanya. Dengan kata lain, Tri Pramana merupakan satu kesatuan yang harus dilakukan guna mendapat satu pemahaman tentang kebenaran yang ada.

(diambil dari : Panca Sradha, oleh I. B. Oka Punyatmadja, Yayasan Dharma Sarathi, 1992, h. 4-5.)

Beri komentar