Aku Kembali
Meretas kembali kekang yang terikat pada kitar tubuh membelut. Ronta berteriak lepas. Tak ingin kendali ada memapah laju beringas langkah yang tak pernah ingin berhenti. Meski derap terkadang terseok dalam lubang menganga ditengah jalannya. Meski pandang terkadang menatap kabur pada pekat kegelapan.
Menghentak kembali larikan kata bersayap di relung dirgantara membiru. Bermain dalam buai indahnya. Larut dalam belai sayap-sayap indah lainnya yang mengangkasa dilangit. Terjun menukik menerjang air ditelaga sunyi. Mengoyak riak gelombang berkecipak dalam tenang heningnya.
Bersetubuh kembali dengan pertiwi yang lama tercampakkan dalam kesendirian. Berharap dahaga terpuaskan dalam nikmat tak berkira satu surga yang tersisa. Merasakan kembali sentuhan cakar-cakarnya yang menjambak rambut-rambut dikepala ketika ia menggelinjang dalam nikmatnya. Mendengar kembali desah nafas nafsu memburu dalam puas yang membuat terkulai.
Pada duniaku, yang tak lama tak kuhadirkan wujudku didalamnya. Maaf atas khilaf yang terbuat. Aku kembali dalam hadirku. Tetap sebagai satu makhluk sinting yang tak pernah berhenti bergelut dalam keisengan.
Beri komentar