Catatan kaki : 6 bulan berjalan

Monday, 5 November 2007

Tak terkira, sudah enam bulan lamanya weblog ini berjalan. Kurun waktu yang masih teramat singkat untuk bisa dibilang eksis. Ibarat seorang bayi. Setelah lama terdiam dalam pelukan kasih ibunya, saatnya kini belajar merangkak. Mungkin lebih tepat dibilang untuk belajar merayap. Sebelum akhirnya mampu berdiri, berjalan untuk kemudian berlari.

Entah kapan saat waktu berlari itu tiba. Terpenting di masa sekarang, adalah bagaimana menjaga dan merawat agar nafas tetap menghirup udara dunia. Walau perih penat terasa, mau tidak mau ia harus tetap hidup. Terlepas mampu tidaknya ia menghasilkan pengganti yang sepadan.

Di awal masa, terlalu banyak keinginan untuk segera bisa terpenuhi. Terlupa akan kenyataan alamiah, bahwa ternyata kita harus pernah terjatuh lebih dahulu sebelum mampu bangun dan berjalan tegak. Selaras dengan Darwinisme, bahwa sebelum menjadi Erectus, kita adalah sekumpulan makhluk yang merangkak diatas empat kaki. Untuk kemudian berevolusi kembali menjadi Sapiens, yang menjadi ciri utama perbedaan antara manusia, bintang dan tumbuhan.

Suatu kegagalan akan tetap menjadi kegagalan bila kita tak pernah berusaha belajar untuk mengerti kenapa kegagalan itu terjadi. Seperti kata usang yang selalu terngiang, “Kesuksesan tidak bisa diraih dalam sehari”. Kita tidak bisa meraih kesuksesan secepat yang diinginkan. Yang bisa dilakukan hanyalah menanamkan tonggak-tonggak awal tempat dimana kaki nanti melangkah menuju sebuah pintu kesuksesan.

Entahlah, diatas semua keraguan yang membimbang akan kemauan dan kemampuan untuk bertahan, tekat untuk membuatnya eksis semoga tetap terjaga.

Adalah keinginan untuk menulis dan bertutur kembali datang menyemangati hasrat yang pernah membisu dalam satu geliat pemahaman tentang sesuatu yang menjadi dasar pengembangan weblog. Keinginan untuk menulis dan bertutur agar geliat otak dan kemampuan berpikir tetap terjagalah yang menganjurkan satu saran untuk membeli sebuah domain.

Seperti kata Rene D. : “Corgito Ergo Sum”. Aku berpikir, maka dari itu aku ada. Untuk membuktikan bahwa kita masihlah eksis pada makhluk disekitar, kita hanya perlu berpikir.

Untuk sementara, tinggalkan semua niat untuk menjadi kaya-raya dengan mendulang US dollar dari internet. Jika yang mereka inginkan artikel bahasa Inggris, persetanlah!!! Berbahasa Indonesia saja belum becus! Terkadang muak juga melihat tingkah laku orang-orang yang sok gaul, yang dengan sesuka hati melecehkan bahasa negerinya sendiri. Bahkan menganggap orang-orang yang berbahasa Indonesia dengan baik dan benar, sebagai makhluk aneh. Persetan pula dengan mereka.

I’m an Indonesian. I was born in Indonesia. And I hope so, I’ll die in Indonesia. I can’t live without Bahasa Indonesia!!!

Dan kurun waktu enam bulan terakhir ini telah membuatku berpikir. Apa yang bisa kulakukan untuk memberikan sedikit sumbangsih pada negeriku. Maka sejak saat ini kuputuskan :

  1. BAHWA SEBISA MUNGKIN WEBLOG INI HANYA AKAN MENGGUNAKAN BAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR.
  2. KOMENTAR HANYA AKAN DITERIMA BILA MENGGUNAKAN BAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR.
  3. PERTUKARAN TAUTAN (LINK), HANYA AKAN DITERIMA BILA BLOG MAUPUN WEBLOG TERSEBUT JUGA MENGGUNAKAN BAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR.
  4. PERKECUALIAN HANYA DIBERIKAN PADA DAN WORDPRESS BESERTA BEBERAPA WEBLOG PEMBUAT PLUGGINS YANG DIPERGUNAKAN DI WEBLOG INI. JUGA PADA KEN REIDY, SYAHWINDA, WAYAN SUDANE dan TUDE serta TJEPOT DEMI MENJAGA HUBUNGAN BAIK, KARENA MEREKA TELAH BERTUKAR TAUTAN SEJAK AWAL WEBLOG INI ADA.
  5. AMANDEMEN ATAS ATURAN INI, AKAN DILAKUKAN TANPA MERUBAH INTI DARI KEEMPAT HAL DIATAS.

Ada 4 komentar untuk “Catatan kaki : 6 bulan berjalan”

  1. Syahwinda berujar:

    Selamat sore, Pak Putu..
    Mengutip poin kesatu dan keempat keputusan Anda diatas, muncul pertanyaan dalam benak saya:
    1. Mengapa tidak ada blog saya di tautan <em>Friends</em> Anda?
    2. Mengapa <em>sidebar</em> Anda juga masih ada yang menggunakan bahasa selain Bahasa Indonesia yang baik dan benar?
    3. Oh…, khusus buatku, boleh kan memakai bahasa seperti ini? Sungguh sangat menyiksa bila memakai bahasa Indonesia yang baik dan benar. Blog saya saja tidak memakai bahasa Indonesia yang baik dan benar. Oke put? Hehe… Piss!
    Terimakasih.
    (yang diedit)
    3.Ouch, khusus bwt gw, boleh kan pake bahasa begini? Sumpah deh.. tersiksa banget pake yang bener-bener baik dan benar. Blog gw aja gada yang bener-bener pake yang bener-bener baik dan benar. Ok, Put? Hehe.. Piss..
    Thnx yah

  2. Ken Reidy berujar:

    Sebuah sikap…

    Untuk sementara… di seluruh blog saya, saya tinggalkan sementara niat untuk menulis menggunakan bahasa Indonesia baik dan benar. Saya cukup melihat yang baik dan yang benar di weblog ini saja. :grin:

  3. meonx berujar:

    Untuk Syahwinda
    1. Mohon maaf atas kesalahan yang saya lakukan sebelumnya. Sekarang blog anda telah saya berikan tautan dari blog saya ini. :mrgreen:
    2. Maafkan pula pengetahuan saya tentang bahasa pemrograman web yang kurang memadai. Sehingga saya mengalami kesulitan untuk mengubah bahasa yang digunakan pada plugins wordpress yang saya gunakan. :oops:
    3. Saya usahakan untuk memperbaiki beberapa kesalahan bahasa yang digunakan oleh para komentator.
    Terimakasih

    Untuk Ken Reidy
    Terimakasih. Saya tidak terlalu terbiasa memakai bahasa Indonesia yang baik dan benar. Tapi saya usahakan untuk selalu menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

  4. bewe berujar:

    Sungguh sebuah tujuan mulia yang telah Anda canangkan. Saya sangat mendukung maksud Anda. Bahasa Indonesia akan berkembang dan menjadi “biasa, cool, gaul, menyenangkan, luwes” dan seabrek hal positif lainnya apabila kita sudah terbiasa menggunakannya. Tidak akan ada komentar BI kaku, BI tidak cool, BI kurang bisa menyampaikan pesan seperti yang diinginkan, dan sebagainya apabila kita sudah menjadikannya bahasa utama, yang selalu kita pakai dalam setiap kesempatan.
    Kita harus memulainya dari sekarang, dari diri kita, kemudian kita tularkan kepada yang lain. Saya juga menulis tentang bahasa Indonesia yang baik dan benar di blog saya. [Tautan dihapus, karena ternyata blognya banyak memuat iklan]

Beri komentar