Kuldesak!

Wednesday, 7 November 2007

Menapaki jalan kecil berliku ini telahlah membuat diri berada satu sisi asa yang terputus tiada berperi. Entah kemana hilang jejak semangat yang tertinggal tak berbekas. Pupuslah sudah angan mendamba satu asa akan harapan. Padamlah nyala dari semua hasrat yang menyisakan arang yang mulai meng-abu. Ketika jalan membentang tertutup mata oleh kelahi, tersisa belukar tutup menghadang. Merintang pandang dari terang suluh benderang.

Terdiam mencoba hening kembali dalam renungan hati. Menelisik juta kenangan dalam repihan-repihan kecil bertabur selaksa perih. Menata kembali lukisan yang pernah terbingkai dalam satu kumpulan cerita berjalin.

Menyepi diantara hiruk-pikuk dunia. Menakar satu gejolak pada tanya yang tiada berputus. Akankah jalan memapah kembali satu kembara yang terbentang tak berputus. Bilakah tiada jalan berarti usai satu catat dalam perjalanan. Bilakah semua berlalu seperti masa yang terus berlalu dalam laju menderu. Akankah bintang tak pernah lagi menyambut pagi cahaya mentari.

Bilamana cahaya kembali menyeruak, dipinggir sisi masih tegar berdiri. Menyambut datang petualang yang kembali seri memahat wajah. Memapah langkah dalam titian pijak yang terhenti oleh putus nafas.

Beri komentar