Orang Gemuk Itu … [Tanpa Tikabanget]

Saturday, 24 November 2007

Hari Selasa, tanggal 20 Nopember 2007 yang lalu, saya berkesempatan melirik blog milik Nek Tikabanget dan Kek Momon. Kebetulan menemukan posting yang mengenai berkaitan dengan masalah kegemukan di masing-masing blog mereka. Sebagai orang gemuk, saya pun jadi TERSINGGUNG tersungging membacanya.
Ya, memang sudah suratan takdir harus bagaimana lagi, memang seperti inilah tubuh saya. Terkadang saya merasa tersiksa memiliki tubuh melar seperti ini. Terutama masalah keringat yang terus mengalir sepanjang hari. Bahkan saat selesai mandi pun saya kadang berkeringat.
Ketika membicarakan keringat, satu hal yang selalu membonceng dibelakangnya adalah badan yang berbau kecut, asam dan segala aroma yang tidak sedap dipandang mata diendus hidung.. Jangan bau badan [konteks negatif] orang lain, dengan bau badan sendiri saja saya tidak tahan berlama-lama mengendusnya. Kadang heran juga melihat orang-orang senasib yang tahan dengan bau badan mereka sendiri yang tidak sedap. Bahkan kadang dari jarak dua meter sudah terendus ketidaksedapannya. Menjadi terheran-heran ketika mereka berkata, alamaaak, sangat anti untuk memakai wewangian. Dan menjadi takjub ketika mereka menggunjingkan orang lain yang bau badannya tidak sedap.
Kegemukan selalu identik dengan tukang makan. Satu hal lagi yang selalu melekat pada orang gemuk adalah tidur mendengkur. Apakah kegemukan itu anugerah ataukah musibah, semua orang tentu memiliki pendapat masing-masing.
Bagi saya, tubuh gemuk ini telah menganugerahi saya lingkar diameter kepala yang lebih besar. Sehingga volume otak saya pun lebih besar dibandingkan dengan orang-orang pada umumnya. Volume otak yang besar berarti … …, [saya tidak ingin menjadi besar kepala karenanya ;)].
Ditanah leluhur para mafioso, Sisilia, seorang pria, terlebih lagi seorang yang bergelar Don, baru dihargai oleh masyarakat sekitarnya ketika ia memiliki perut yang buncit. Sebab perut buncit di Sisilia mencerminkan seorang yang bijaksana. “Ia seorang pria berperut”, itu menunjukan bahwa orang tersebut bijaksana dan dapat diajak berbicara secara baik-baik.
Di sini, Presiden yang paling kurus di Indonesia, bertahan dari jabatannya hanya seumur jagung.
Satu yang pasti, tidak semua orang gemuk nyaman dengan kondisi tubuhnya.
PS : Perhatikan kata yang digarisbawahi pada kalimat yang diambil dari tulisan milik Nek Tikabanget :

Lha kenapa inih, kok tau-tau ada diskriminatif sama orang-orang gemuk?

Dengan menggunakan gaya yang sama, maka akan ada kalimat seperti ini juga :
Jangan diskriminasi donk terhadap terhadap orang gemuk.

Ada 4 komentar untuk “Orang Gemuk Itu … [Tanpa Tikabanget]”

  1. Ken Reidy berujar:

    Turunkan Nurdin Halid !!! Dukung gerakan moral ini di <a href=”http://www.nurdinhalidturun.com” rel=”nofollow”>nurdinhalidturun.com</a>.

    He..he.. maaf kalau OOT. Saking semangatnya sih…. :)

  2. -tikabanget- berujar:

    huks…
    sayah singset, tapi ndengkur.. :(

    betewe, sebenernya bukan orang gemuk yang dibahas di postingan ituh, tapi orang yang ber-obesitas.. :D

  3. Ir. Herdana Jaya berujar:

    Saya sangat prihatin dengan keadaan saudara-saudara saya yang mempunyai kelebihan berat badan alias gemuk. Aku pingin menolong beberapa orang yg serius mau mengecilkan /menurunkan BB, tapi jgn banyak2 satu atau dua orang dulu ya.
    Aku tunggu balasannya

  4. dita berujar:

    Bagi mereka yang kelebihan berat BB atau kegemukan jangan berkecil hati atau minder. Saya akan membantu permasalahan anda agar tubuh bisa lebih ideal. Tanpa efek samping, aman, bukan jamu/obat, tanpa berolahraga, tanpa diet ketat dan bergaransi. Asalkan anda benar-benar fokus untuk menurunkan berat badan. Saya tunggu respon anda di … … (dihapus karena promosi tanpa izin) Dan kesehatan anda akan lebih meningkat. Ingat!!! Kegemukan akan mendatangkan banyak penyakit.

Beri komentar