Pandangan Saya tentang Islam

Friday, 30 November 2007

Sebenarnya saat ini saya sedang disibukkan dengan kegiatan menulis beberapa artikel tentang bagaimana pandangan saya tentang Islam, umatnya dan agamanya. Hanya sekedar menceritakan apa yang saya alami ketika bersinggungan dan berinteraksi dengan umat Islam.

Cuma saya takut, nantinya artikel ini dianggap menghina, melecehkan ataupun menjelek-jelekkan Islam. Padahal tidak ada satu niat pun dari dalam hati saya untuk itu.

Harus saya akui, dulunya pandangan saya terhadap Islam terlalu skeptik dan antipati terhadap semua yang berbau Islam. Habis gelap terbitlah terang, begitu Raden Ajeng K. Ya selalu ada pencerahan terhadap satu pemikiran kita. Masa-masa gelap adalah sebuah proses perenungan dan pendewasaan terhadap alam pikiran yang terlalu sempit.

Ya pandangan saya terhadap Islam, sebagai sebuah agama, saat ini mungkin sudah tidak skeptis seperti dulu. Bukan berarti secara serta merta saya beralih menjadi pemeluk Islam. Saya masih tetap yang dulu, seorang Hindu versi Atheis :lol: . Namun dalam satu atau beberapa kasus, pandangan saya terhadap beberapa orang muslim mungkin masih sangat skeptis. Terutama terhadap pandangan, pernyataan dan tindakan dari kaum muslim yang dicap sebagai garis miring garis keras.

Selain itu, saya mungkin termasuk makhluk paranoid android dalam hal yang berkaitan wacana tentang negara Islam Indonesia ataupun Syariah di Indonesia. Prinsip kenegaraan saya memang tetap tidak bisa berubah. Masih tetap mengidolakan sebuah republik tetap berdiri di kepulauan nusantara.

Saya sebenarnya hendak meminta izin dulu pada Gus Dur, sebelum hendak memplubikasikannya. Karena beliau bersama Bung Hatta yang merubah secara perlahan-lahan pandangan saya terhadap Islam. Gus Dur satu-satunya orang Islam yang paling saya hormati di dunia ini.

Jadi atau tidak jadi saya mempublikasikan artikel ini, kita tunggu sajalah apa yang terjadi nanti.

PS: Mohon izin dari kompatriot bloger saya yang beragama Islam untuk mempublikasikannya.  :mrgreen: 

Ada 14 komentar untuk “Pandangan Saya tentang Islam”

  1. Ken Reidy berujar:

    Kebebasan berpendapat Put… Sebagai seorang muslim, aku nggak keberatan kamu mempublikasikan pandangan-pandanganmu tentang Islam, toh hanya untuk menyampaikan pandanganmu tentang Islam, antara pandangan dulu dan sekarang.

    Sebab, jika arah pembahasanmu adalah tentang islam garis keras, aku pun (sekalipun muslim) juga kurang respek. Silahkan kalo ada tulisan berkait dengan itu.

  2. Sei berujar:

    Islam di Indonesia sangat berbeda dengan negara asalnya… :neutral:

  3. meonx berujar:

    Buat Sei, Basi Layauw. Andaikan dirimu berkata seperti itu dihadapan kompatriot se-agamamu, mungkin akan jarang di Indonesia ada makhluk berjenggot dan bercelana cingkrang. Membawa pedang dan pentungan kesana kemari dengan wajah garang.

  4. anno' berujar:

    yup..bener…saya dan kita sebagai muslim juga bakal seneng dengan bakal buku tersebut..so yang muslim bakal tahu bagaimana pandangan orang tentang islam dimata orangg non muslim…saya dukung….

  5. Marwan Azis berujar:

    Silakan dipublis pandangan kamu tentang ISLAM. Islam adalah agama terbuka bagi siapa saja yang berdialektika tentangnya, makanya di dalam islam banyak sekali aliran pemikiran intelektual yang memperkaya wacana Islam bahkan orang Islam selama ini sangat terbuka untuk membangun ruang-ruang diskusi dengan pemeluk agama lainnnya. Sangat menarik jika ada orang diluar Islam mengungkapkan pandangannya tentang Islam. Jadi silakan dipublis Bung. Mudahan-mudahan blog yang kawan Putu kelola menjadi wadah sharing spritual dan kemanusian yang mencerahkan antar blogger..

  6. meonx berujar:

    :arrow: Buat Anno’
    Maaf bukan buku hanya kumpulan tulisan saja. Tidak akan dicetak dalam bentuk buku juga. Terimakasih teman.
    Tulisannya sudah rampung sekitar 80%. Butuh dukungannya agar bisa menuntaskan yang 20% lagi

  7. Ken Reidy berujar:

    Tancap gas bos…. perjalanan hampir selesai. harusnya waktu aku komen udah tinggal 15% atau 10%. :roll:

    :mrgreen:

  8. Imam berujar:

    Hallo meonx,
    Iseng-iseng aku membuka blog mu. .. Aku jadi mau Koment juga. Menurutku, ga usah takut untuk menulis pandanganmu terhadap apa pun, termasuk pandanganmu tentang islam dan ke-islaman. menurutku ga ada masalah. Sah-sah saja. toh pada kenyataannya islam itu beragam aliran (73 golongan besar) dengan dinamika umat yg beragam dan memiliki penafsiran serta syariat g beragam pula. so, lempar aja tulisanmu…. toh juga, sejak kemunculannya sampai sekarang masih banyak kok yang menentang, tidak percaya dan menafikan islam. jadi untuk apa ragu?:)

  9. jinhp berujar:

    Wah sebagai muslim saya pribadi sih ndak masalah karena memang benar Islam itu global dan terbuka tidak ada masalah dalam pandangan siapapun untuk berbicara tentang Islam…lagipula jika ada pandangan yang menyimpang dengan sendirinya Islam akan membenarkan atau menyalahkan hal tersebut.

  10. Lemah Semata berujar:

    Apa salahnya bila mahluk berakal ini bicara Islam? Kalau agama ini bisa dijamah semua manusia semudah menjamah al-Qur’an dengan hati bening berdialog dengan Yang menurunkannya, tanpa dikacaukan oleh 1001 macam tafsir dgn segala macam manifestasinya di bumi manusia ini, mungkin tidak perlu ada (dan memang tidak perlu) rasa takut itu. Agama ini mudah dan lebih mudah lagi kalau sebagian besar ulamanya rendah hati tidak merasa paling benar sendiri. Tentu saja bukan berarti ketiadaan ‘juru bicara’ yang wajib di dengar dan diikuti petunjuknya sebagai wakil Sang Nabi Saw. Tapi….. silahkan anda cermati risalahnya sampai anda tahu manusia-manusia mana saja yang telah tercerahkan oleh Islam dan mana saja yang justeru menjungkir-balikkannya. Tentu saja tidak semua (atau sebagian besar) muslim di bumi manusia ini akan merefleksikan Islam itu sendiri. Karena itu kalau bisa anda jangan berhenti pada kesan saja, karena itu pasti menipu. Jadi harus bagaimana? Ya, kalau ke-atheis-an anda bisa menjadi pintu masuk, maka sungguh sangat mudah bagi anda untuk mengenal Islam sebagai orang Islam yang menggunakan akalnya. Kalau tidak? Buat apa pula jadi orang sinting terus!? :neutral:

  11. meonx berujar:

    Saya tidak ingin terjebak dalam keinginan untuk mengkomentari ajaran agama manapun, selain ajaran agama yang saya anut. Walaupun dalam hati saya memiliki pertanyaan-pertanyaan aneh tentang apapun yang ada.
    Terlebih lagi saya seorang Hindu, tentu saja saya tidak pantas berkomentar apapun tentang ajaran Islam, karena saya tidak pernah mendalaminya. Oleh karenanya saya meminta izin terlebih dahulu kepada anda semua.
    Maafkan saya, saya sebenarnya bukan ingin memberikan pencerahan, justru saya ingin mencari pencerahan disini.
    Jika memakai analogi manusia gua versi Plato, anggap saja sekarang saya berdiri diluar gua. Saya dulu pernah berantipati terhadap segala yang berbau Islam. Dan mungkin banyak orang seperti itu. Tetapi ketika dalam beberapa hal saya mulai menerima keberadaan Islam, saya sadari ternyata saya harus belajar membedakan mana ajaran agama dan mana perilaku manusia.
    Misalnya, dalam konteks JIHAD, saya bertanya dalam hati, agama apa yang mengijinkan terjadinya pembunuhan terhadap manusia? Setelah berdialog dengan beberapa kawan-kawan Muslim yang mengenakan “jaket merah”, saya berpendapat tidak mungkin Al-quran menyuratkan hal tersebut.
    Sebuah pembuktian kebenaran bisa berawal dari dua hal. Mempercayainya sebagai sebuah kebenaran atau ketidakpercayan dan keraguan akan kebenaran suatu hal. Ke-atheis-an saya berawal dari ketidakpercayaan untuk membuktikan kebenarannya.

  12. rinoelawe berujar:

    Dear mr.green, pertama-tama saya bersyukur kepada Allah swt yang mempertemukan kita lewat tulisanmu. Aku sangat tertarik dengan orang-orang yang semangat untuk berubah menjadi lebih baik.
    Selamat berjuang untuk dapat memahami islam, pesan saya hanya satu saja: jangan terkecoh dengah tingkah laku manusia yang menjalankan islam karena manusia itu sangatlah tidak sempurna, pahami benar2 tentang ajaran islam yang sempurna, dari manakah itu? tentu saja sumber yang pertama adalah Al Quran, kemudian Hadist2 yang masuk kategori shahih (mis:hadits Bukhari & Muslim), hati-hati memilih manusia yang akan mengajarimu tentang islam. Mohon dimengerti agama bertuhan satu ini sudah berjarak lebih dari sekira 1400 tahun dengan orang yang dapat berdialog langsung dengan Allah swt yaitu Rasulullah Muhammad saw.
    Mungkin dengan membaca kisah hidup Rasulullah saw itu, anda akan memahami kebenaran agama islam. Semoga Allah swt menolongmu, dan menolong kita semua. Amin ya rabbal alamin.
    Oh ya satu lagi, mungkin anda bisa bertanya kepada ibu Irena Handono mengapa dia begitu yakin dengan kebenaran agama islam padahal sebelum masuk islam beliau adalah orang yang sangat kuat dan sangat mengerti tentang ajaran agama yang dia anut dahulunya.

  13. rinoelawe berujar:

    mr.green, aku mau cerita yah…. karna dikau nyebut2 tentang Raden Ajeng K itu yah, menurut ahli sejarah yang belum populer, dari mana RAK itu punya ide tentang HABIS GELAP TERBITLAH TERANG. ibu RAK itu terinspirasi dari Al Quran, beliau belajar mengkaji (bukan sekedar mengaji aja loh!) Al Quran kepada seorang Kiai ahli agama islam, sayangnya pada surat ke-14 dari Al Quran yaitu surat Ibrahim, sang guru mangkat. RAK begitu terkesima akan ajaran Islam yang mendudukkan kaum perempuan sejajar dengan kaum lelaki. Dimana pada saat itu perempuan, khususnya perempuan jawa hanya dianggap sebagai konco wingking saja ato bahasa kerennya temen dibelakang. Urusannya ya kalo ngga ke dapur,ya ke sumur, kalo ngga ke sumur, ya ke tempat tidur. Di dalam al Quran yang dia kaji, ternyata pria dan wanita di mata Allah adalah sama sebagai mahluk ciptaannya. Yang membuat pria dan wanita tinggi kedudukannya bagi Allah swt adalah setiap amal kebaikan manusia yang diiringi dengan keikhlasan.
    RAK berfikir, karena beliau adalah perempuan yang cerdas, kalo begitu setiap amal kebaikan yang dikerjakan tentulah akan sempurna kalau dibarengi dengan ilmu, ilmu didapat lewat membaca, maka beliau mengajari perempuan untuk bisa membaca.
    Tentang membaca ini, aku juga punya ceritanya, mungkin kapan2 kita ngobrol lagi.

  14. ayu berujar:

    bagus banget tuh idenya, setuju juga ma marwan..sebagai muslim, pengen tau juga pandangan non islam tentang islam…kapan dipublikasikan?

Beri komentar