Pengurusan SIM Tercepat

Thursday, 20 December 2007

Kemarin saya mengurus perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) C saya yang beberapa hari lagi akan segera habis masa berlakunya di Kepolisian Resort (Polres) Karangasem. Ini adalah masa perpanjangan SIM C saya yang kedua kali. Ternyata sudah 10 tahun berlalu sejak saya memiliki SIM C untuk pertamakalinya.

Membuat baru atau mengurus perpanjangan SIM; mungkin selintas terbayang dalam pikiran kita betapa rumitnya proses yang harus dilalui. Belum lagi kita dipaksa bersabar untuk menghadapai antrian yang ada. Termasuk pula ulah para oknum yang bergentayangan menawarkan jasa percaloan ekspres pengurusan SIM. Salah satu pemandangan lumrah dari kompleksitas birokrasi Indonesia yang dijangkiti praktik korupsi, kolusi dan nepotisme.

Berapa lama anda biasanya membutuhkan waktu untuk memperpanjang SIM yang anda miliki? 1 jam? 2 jam? Lebih dari 2 jam? Mungkin semua tergantung dari banyaknya antrian yang ada. Tapi pernahkah anda hanya membutuhkan waktu kurang dari 15 menit untuk mengurus perpanjangan masa berlaku SIM anda?

Saya sampai di kantor Polres Karangasem, penunjuk waktu di telepon seluler saya menunjukkan waktu sekitar pukul 11:33 wita. Sudah ada sekitar 4-5 orang yang antri mengurus SIM disana. Saya langsung menuju loket pembayaran untuk kemudian disuruh melakukan pemeriksaan kesehatan di poliklinik yang ada didekat situ. Seusai pemeriksaan, hasilnya saya serahkan diloket pembayaran tadi. Selang beberapa saat kemudian seorang petugas memanggil saya masuk keruangan komputer untuk dipotret dan pemindaian sidik jari serta klarifikasi data-data pribadi yang hendak diperbarui dalam SIM saya. Sesuai SK dari pihak Universitas serta Fakultas almamater saya, bahwa saya berhak untuk menyandang gelar Sarjana Hukum dibelakang nama saya, maka saya menambahkan singkatan “S.H.” dibelakang nama saya.

Kemudian saya keluar ruangan untuk menunggu. Orang-orang yang tadinya antri disana telah pergi, hanya tinggal saya sendiri. Selang beberapa saat kemudian SIM C saya yang baru telah selesai. Saya lihat penunjuk waktu yang ada di telepon seluler saya,…wow…, saat itu waktu menunjukkan pukul 11.44 wita. Mustahil!

Saya mempunyai kebiasaan selalu memeriksa berapa waktu yang saya perlukan untuk pergi dari satu tempat ke tempat lain. Jarak dari Padangbai, desa saya, ke Amlapura, ibukota kabupaten Karangasem, sekitar 24 kilometer. Berangkat dari rumah sekitar pukul 11:05 wita. Dalam kondisi normal waktu tempuh dari Padangbai ke Amlapura hanya sekitar 30 menit.

Jika perhitungan saya tidak salah, berarti saya hanya membutuhkan sekitar 12 menit untuk mengurus perpanjangan SIM C saya. Dan mungkin saja ini rekor tercepat yang pernah ada untuk pengurusan perpanjangan SIM. Seandainya petugas yang ada diruangan komputer kemahiran mengetiknya tidak hanya dua jari saja, mungkin waktu yang perlukan untuk mengurus SIM tersebut tidak sampai 10 menit.

Semoga ini menjadi angin segar untuk penerapan asas good governance di Indonesia, khususnya dibidang pelayanan masyarakat. Sesungguhnya alur birokrasi di pemerintahan kita tidaklah terlalu berbelit-belit, namun wabah praktik kolusi, korupsi dan nepotisme yang menjangkit di era Soeharto-lah yang telah membuatnya nampak sedemikian kompleks.

Semoga pula ini menjadi salah satu awal kebangkitan bangsa ini untuk menuju ke arah perbaikan. Dalam beberapa hari kedepan saya akan mengurus perpanjangan Kartu Tanda Penduduk saya. Menurut kabar burung yang saya dengar dari mulut orang-orang di desa, pengurusannya hanya membutuhkan waktu tak lebih dari 5 menit. Semoga berita ini benar adanya.

Ada 3 komentar untuk “Pengurusan SIM Tercepat”

  1. pututik berujar:

    Sekarang di setiap kota sudah online, jadi urus SIm dijamin sangat cepat. Bravo Telekomunikasi Indonesia

  2. eka berujar:

    klo waktu saya terakhir buat SIM C baru (coz yang lama tahun lahirnya palsu he..) dari pukul 10.00 ampe pukul 17.00 wah ini juga bisa dimasukin rekor MURI neeh…gatau kenapa bisa lama gitu…
    Eh, pas waktu buat SIM A ga ampe 15 menit dari baru nyampe di Poltabes Denpasar (coz pake jasa calo. waktu itu saya diperantarai oleh tempat kursus mengemudi untuk menghubungi orang tersebut)

  3. anton berujar:

    Dilarang memuji eh, narsis juga ya. hehe.. halo, bli salam kenal. sekalian ngundang ni. sekira tgal 19 atau 20 januari nati blogger bali sangkep di daerah renon. bli enda dan geng blogger lainnya juga dteng. eh, ternyata ikutan CSF juga ya. aku bantu-bantu di kolaborasi bali yang bikin parade budaya kemarin. masuk aja di baliblogger@yahoogroups.com untuk info soal sangkepan blogger bali

Beri komentar