Harry Potter and the Deathly Hallows

Thursday, 10 January 2008

3 hari lagi, tepatnya tanggal 13 Januari 2008, rencananya pihak Gramedia selaku pemegang lisensi penerbitan novel Harry Potter di Indonesia akan meluncurkan seri terakhir novel petualangan penyihir remaja yang bernama Harry Potter dalam edisi bahasa Indonesia. Rilisan pertama seri terakhir tersebut diedarkan dalam bentuk versi sampul tebal [hardcover]. Sedangkan untuk versi sampul biasa [softcover] dijadwalkan akan diluncurkan pada tanggal 27 Januari 2008.

Ya, kapanpun rencana seri terakhir novel Harry Potter tersebut akan diluncurkan dalam edisi bahasa Indonesia, saya hanya berharap bahwa novel tersebut benar-benar akan diluncurkan dalam edisi bahasa Indonesia yang sesungguhnya. Dalam artian bahasa Indonesia yang baik dan benar. Tidak seperti 6 seri sebelumnya yang konon kabarnya menggunakan bahasa Indonesia, tapi entah bahasa Indonesia dari negara mana.
Berikut adalah penggalan kalimat aneh yang bisa ditemukan pada seri ke-6 novel Harry Potter dalam bahasa Indonesia yang berjudul Hary Potter dan Pangeran Berdarah Campuran.

  • Yeee, itu mah sama juga bohong, kau kan sudah mati,” ledek Ron. [halaman 210 ]
  • Biasanya ia tidak berbaring di tempat tidur membaca buku pelajaran. Sikap seperti ini, seperti yang dikatakan Ron, kecuali Hermione, yang memang sudah ajaib dari sononya… [halaman 301]
  • “makan malamnya tidak parah-parah amat”… [halaman 309]
  • Yak kita pergi ke Three Broomstick” … [halaman 310]
  • Ron kau ngeliatin apa sih?… [halaman 313]
  • Pada halaman 303, anda bisa menemukan kata “sori” disebutkan sebanyak 2 kali.

Sebenarnya masih ada beberapa lagi, tapi saya enggan untuk menuliskannya. Begitu juga dengan ke-5 seri yang lain. Selain menghabiskan tenaga dan ruang untuk ditulis, saya tidak bayar untuk melakukan koreksi atas penggunaan bahasa Indonesia yang ada di buku tersebut. Sedangkan pihak Gramedia sendiri sudah memiliki tenaga penerjemah profesional yang saya yakini memiliki kapabilitas terpercaya. Semoga pihak Gramedia lebih teliti melakukan pemeriksaan bahasa dalam setiap buku-buku yang mereka terbitkan.

Dan terakhir saya harap, kata-kata seperti : er, yeah, shh, sori, sebaiknya diganti saja dengan padanan kata yang sama dalam bahasa Indonesia. Kita tidak akan pernah mendengar orang Indonesia bergumam sengau “eerrr …“, setiap mereka berucap. Atau mendesis “sshhh” untuk mengisyaratkan diam. Apa susahnya bila kata-kata itu misalnya diganti dengan, “eee”, “yah”, “ssstt”, dan “maaf”.

[Tambahan, Tanggal 17 Januari 2008]

Hari ini saya sedang browsing di salah satu warnet yang ada di daerah Karang Menjangan. Alangkah terkejutnya ketika saya menemukan file berekstensi .PDF yang berisi salinan buku Harry Potter yang ketujuh dalam bahasa Indonesia, Harry Potter dan Relikui Kematian. Saya tidak tahu siapa yang tega melakukan tindakan ini. Walaupun salinan ini hanya sampai pada halaman 400-an, yakni sampai Harry memasuki memori ingatan dari Severus Snape yang masih tersimpan di pensieve yang terletak diruangan kepala sekolah Hogwarts.

Saya menduga ini merupakan cara promosi dari pihak Gramedia. Tapi untuk kejelasannya, semoga pihak gramedia bisa mengklarifikasi. Ini terpaksa saya sertakan file yang saya maksud tersebut. Segera setelah ada klarifikasi dari pihak Gramedia, bila diperlukan saya bersedia untuk menghapusnya dari direktori blog ini. Terimakasih.

Harry Potter dan Relikui Kematian [pdf]

Ada 8 komentar untuk “Harry Potter and the Deathly Hallows”

  1. pink berujar:

    wah, kok malah dilarang muji sih?
    hehe, ya deh… btw salam kenal aja klo gitu. :mrgreen:

  2. Ken Reidy berujar:

    Seorang kawan kita yang maniak baca buku akhirnya memutuskan untuk membeli Harry Potter terbaru tsb tak lama sesudah pergantian hari. I think u know who…!

  3. ikfi berujar:

    memang kosa kata yang digunakan tidak menggunakan bahasa indonesia yang resmi, tetapi apabila dilihat dari fungsi menghiburnya untuk saya tidak masalah, apalagi kata seperti ” sori ” digunakan untuk percakapan. :lol: :mrgreen:

  4. nuniek berujar:

    Dilarang memuji
    menurut saya, karena buku harry potter ini bukan karangan ilmiah, melainkan novel “ringan” maka ungkapan-ungkapan dengan bahasa sleng tidak apa-apa digunakan. Lagian kan kita mo nyante bacanya. Masa’ sih hermione musti bilang ” Ron, anda sedang melihat apa? ganjil banget kan? Dalam cerita iini mereka kan usia ABG. Kalo Prof. Dumbledore dan guru-guru lain biasa saja tuh bahasanya.

  5. meonx berujar:

    :arrow: Ifki dan Nuniek
    Letak permasalahannya saya pikir bukan pada sifat dari novel itu, entah ringan, menghibur atau karangan ilmiah. Anak-anak Bajang Menggiring Angin, misalnya, juga novel yang bersifat ringan dan menghibur tapi penggunaan kosakatanya tetap berpijak pada standar bahasa Indonesia yang baik dan benar.
    Penggunaan bahasa standar tidak akan membuat novel ini menjadi kaku dan tidak menghibur untuk dibaca :lol: Ataupun bila dipaksakan untuk menggunakan bahasa prokem, tidak ada salahnya dibedakan dengan penggunaan kata yang bercetak miring

  6. iful berujar:

    file harry potternya kok cuma setengah sih? yang stengahnya lg mana?
    klo dah ada tlg kirim ke emailku ya?

  7. yan rizal berujar:

    kk text dalam pdf diatas masih kurang lengkap ya!!!!!

  8. ivandancow berujar:

    karna cerita di pdf ngambang, jadi ga seru.ga ada penyelesaian!!!

Beri komentar