Arsip pada bulan February 2008


Mendebat Pancasila

Friday, 29 February 2008

Entah kenapa bulan ini PANCASILA menjadi inspirasi bagi saya untuk menulis. Padahal harusnya, dibulan penuh cinta ini, tulisan-tulisan romansa asmara menggelora yang banyak saya tulis. Apakah itu karena saya jatuh cinta terhadap “PANCASILA”? Ooh … tidak … saya masih lelaki normal. Maaf, hanya sekedar intermezo saja.
PANCASILA. Entah kenapa semenjak kelahirannya pertamakali pada sidang BPUPKI, hingga [...]

Baca selengkapnya ... »

Indoktrinasi Pancasila

Sunday, 24 February 2008

Hati-hati terhadap Pancasila. Gara-gara ada burung perkutut yang bisa menirukan lagu “GARUDA PANCASILA”, seorang teman harus merelakan uang bekal perjalanannya amblas disikat oleh perampok, tepatnya “TUKANG GENDAM”. Dan gara-gara ini pula, kami, hingga saat ini menambahkan embel-embel “GENDAM” dibelakang nama panggilannya. Coba lihat didaftar tautan yang ada pada SIDEBAR, cari nama yang ada kaitannya dengan [...]

Baca selengkapnya ... »

Kenapa Orang Indonesia Suka Membunuh?

Thursday, 21 February 2008

Kenapa orang Indonesia suka membunuh? Karena orang Indonesia tidak terlalu suka MEMFITNAH. Kenapa orang Indonesia tidak terlalu suka MEMFITNAH? Karena FITNAH lebih kejam daripada PEMBUNUHAN. Daripada anda memfitnah seseorang, lebih baik anda membunuhnya. Bila dikaitkan dengan terorisme, maka akan timbul pertanyaan seperti ini : kenapa Amrozy dkk lebih memilih menjadi seorang teroris? Karena Amrozy dkk [...]

Baca selengkapnya ... »

Si Baju Merah; Dia Yang Namanya Tak Boleh Disebut

Monday, 18 February 2008

Sore itu, 10 Februari 2008, sehabis berselancar ria didunia maya, disalah satu warnet yang ada dikawasan Jalan Akasia, Denpasar, tak bisa dibendung lagi keinginan untuk segera datang ke Popo Danes Art Cafe di Jalan Hayam Wuruk, untuk menghadiri peresmian berdirinya BBC.
BBC. Ada yang menafsirkannya sesuai dengan lagu Samidjan dkk, Benci Bilang Cinta. Ada pula yang [...]

Baca selengkapnya ... »

Taj Mahal, Monumen Cinta?

Friday, 15 February 2008

Shah Jahan membangunnya sebagai kenangan terhadap mendiang permaisurinya, Muntaz Mahal. Berdiri megah menjulang bertahtakan arsitektur nan indah ini terletak di kota Agra, Uttar Pradesh, India. Taj Mahal, begitu ia dikenal. Bangunan marmer serba putih ini, kini dikenang sebagai, sesuai dengan jargon promosi wisata pemerintah India, monumen perlambang cinta kasih sayang nan tiada tara.
Benarkah itu?
Muntaz Mahal [...]

Baca selengkapnya ... »

Soekarno dan Warga Keturunan Cina di Indonesia

Thursday, 14 February 2008

Dulu sekitar tahun 1950an, Presiden Soekarno mengeluarkan maklumat mengenai masalah keturunan Cina di Indonesia. Bagi warga keturunan Cina yang memilih untuk menjadi warga negara Indonesia, disuruh untuk segera mengganti nama Cina mereka menjadi nama Indonesia. Misalnya, kakek saya, semula bernama Lie Tie Djoe kemudian berganti menjadi I Made Tedja.
Mungkin banyak yang menganggap hal ini sebagai [...]

Baca selengkapnya ... »

Hari Ini Beberapa Tahun Yang Lalu

Friday, 8 February 2008

“Selamat pagi, pak!”.
“Pagi. Silahkan duduk dan, seperti biasa, ada beberapa pertanyaan yang harus saudara jawab. Bisa kita mulai?”
“Bisa pak”
“Nama saudara?”
“Putu Winarta”
Terdengar suara mesin ketik.
“Marga saudara?”
“Lie”
“Lengkapnya?”
“Lie Liang Wei, pak”
“Umur?”
“16 tahun”
“Apakah saudara mengerti mengapa anda dipanggil ke ruangan ini?”
“Mengerti pak”
“Bisa saudara jelaskan”
“Saya dipanggil kesini terkait dengan beberapa hal yang menyangkut masalah status kewarganegaraan dan nasionalisme saya”
“Baik. Seperti [...]

Baca selengkapnya ... »