Indoktrinasi Pancasila
Hati-hati terhadap Pancasila. Gara-gara ada burung perkutut yang bisa menirukan lagu “GARUDA PANCASILA”, seorang teman harus merelakan uang bekal perjalanannya amblas disikat oleh perampok, tepatnya “TUKANG GENDAM”. Dan gara-gara ini pula, kami, hingga saat ini menambahkan embel-embel “GENDAM” dibelakang nama panggilannya. Coba lihat didaftar tautan yang ada pada SIDEBAR, cari nama yang ada kaitannya dengan ilmu hitam.
Begitulah efek INDOKTRINASI PANCASILA yang gencar dikampanyekan oleh rezim Orde Bau Baru. Sedemikian hebatnya INDOKTRINASI itu hingga bahkan seorang maling pun menggunakan PANCASILA untuk beraksi. Tidak hanya maling kelas kroco yang beraksi diatas mikrolet, yang mana teman saya itu menjadi salah satu korbannya. Tapi juga para maling kelas wahid yang konon katanya berjuang atas nama rakyatnya.
Apa-apa yang ada harus dilandasi dan dijiwai oleh semangat PANCASILA, setidaknya mengandung kata PANCASILA. Karena PANCASILA mengandung segala kebaikan. Demokrasi yang baik adalah DEMOKRASI PANCASILA. Warganegara yang baik adalah warganegara yang PANCASILAIS. Pemuda yang baik adalah PEMUDA PANCASILA.
Asas yang paling baik adalah ASAS PANCASILA. Penggunaan ASAS PANCASILA sebagai asas tunggal di Indonesia, pada rezim Orde Bau Baru, merupakan harga mati yang tidak bisa ditawar bagi setiap pendirian organisasi. Dari partai politik, organisasi mahasiswa, hingga ke organisasi tradisional model desa pekraman, subak dan banjar, seperti yang ada di Bali, pun harus menggunakan PANCASILA sebagai landasan organisasinya. Mungkin, bahkan komplotan maling pun harus menerima PANCASILA sebagai asas tunggal. Sampai-sampai seorang teman saya mengusulkan, agar semua agama dan aliran kepercayaan yang ada di Indonesia dilebur menjadi satu saja, menjadi AGAMA PANCASILA.
Bahkan kudeta yang dilakukan oleh PKI pada tanggal 30 September 1965 bukan dianggap sebagai sebuah kudeta. Namun melainkan sebagai sebuah ujian terhadap PANCASILA. Oleh karenanya, peristiwa tersebut lebih dikenal sebagai Gerakan 30 September oleh PKI (G 30 S/PKI). 1 Dan sehari setelahnya, tanggal 1 Oktober, diperingati sebagai HARI KESAKTIAN PANCASILA. Tapi sayangnya, 7 jenderal, 3 perwira, dan Ade Irma Suryani yang gugur pada peristiwa G 30 S/PKI tersebut, dianggap sebagai Pahlawan Revolusi. Seharusnya mereka disebut Pahlawan Pancasila.
Tulisan ini bukanlah ditujukan untuk mendebat ataupun menggugat, bahkan tidak sekalipun untuk menghina, PANCASILA. Hanya sebuah kritik terhadap INDOKTRINASI PANCASILA dari seorang pecinta konsep PENDIDIKAN BERKESADARAN ala PAULO FREIRE. Sebab, dari pengalaman beberapa kali mengikuti Penataran P4, yang terjadi bukanlah pembangunan suatu konsep kesadaran, namun melainkan penjejalan sebuah ide yang bernama PANCASILA. Mungkin hal ini, dipengaruhi karakter militeristik yang ada pada saat itu. Akibatnya, konsep yang tertanam bukanlah sebuah konsep yang kuat dan mengakar, melainkan sebuah konsep rapuh yang rentan terhadap infiltrasi ide lain diluarnya. Terlebih lagi, bila penjejalan ide itu tidak berjalan dengan baik atau si penerima ide itu memiliki sifat dasar pemberontak. Sekali lagi, itu dikarenakan tidak adanya pembangunan konsep berkesadaran.
Dulu, sewaktu masih awal-awal menjadi mahasiswa, sewaktu masih bodoh, saya tidak bisa mengemukakan satu alasan logis pun kenapa saya menerima Pancasila sebagai dasar negara. 2 Setelah menimba ilmu tata negara di fakultas, ternyata saya baru memiliki kenapa saya memilih PANCASILA sebagai dasar negara.
Notabene :
1 Beberapa orang, terutama, setahu saya, kaum tua di Bali, masih menyebutnya sebagai GESTAPU (Gerakan September Tigapuluh). Beberapa lagi menyebutnya sebagai GESTOK (Gerakan Satu Oktober).
2 Dulu awal menjadi mahasiswa, saya adalah orang bodoh. Sekarang, setelah lulus kuliah S-1, saya adalah orang yang agak bodoh.
February 24th, 2008 at 11:07 pm
wah bos lulusan S1 ya ?? saya Es Em PE
malah yg disenayan kadang titik titik 
bagus artikelnya bos, ternyata politikus pinter indonesia kita gak harus di senayan
February 25th, 2008 at 3:04 am
betewe, kapan2 bahas ttg the truth dibalik g30 s PKI bli
February 25th, 2008 at 3:16 pm
wah saya baru tau klo maling juga ada yang berdasarkan pancasila