Si Baju Merah; Dia Yang Namanya Tak Boleh Disebut

Monday, 18 February 2008

Sore itu, 10 Februari 2008, sehabis berselancar ria didunia maya, disalah satu warnet yang ada dikawasan Jalan Akasia, Denpasar, tak bisa dibendung lagi keinginan untuk segera datang ke Popo Danes Art Cafe di Jalan Hayam Wuruk, untuk menghadiri peresmian berdirinya BBC.

BBC. Ada yang menafsirkannya sesuai dengan lagu Samidjan dkk, Benci Bilang Cinta. Ada pula yang menafsirkannya sebagai British Broadcasting [ini tafsiran saya - red]. Bali Blogger CommunityTapi, mengutip dari keterangan resmi dari penggagas acara, yakni Sdr. Anton Mujahir, Luh De Gurami, dan kawan-kawan, BBC merupakan singkatan dari Bali Blogger Community. Komunitas, tidak jelas apakah bersifat sosial-paguyuban ataukah LSM ataukah ORSOSPOL, yang mewadahi para blogger asal Bali. Bersatu untuk menggalakkan pola pikir dan jiwa yang merdeka serta menolak segala bentuk penyeragaman informasi.

Entahlah apa dosa-dosa saya dimasa lalu, saya sudah berhenti “turun ke jalan”, sudah lama tidak memegang “loudspeaker” untuk berorasi, sudah lama tidak menjabat lagi sebagai korlap aksi unjuk rasa, dan juga sudah tidak lagi mengangkat dan mengepalkan tangan kiri setiap kali berteriak merdeka. Tiba didepan Popo Danes Art Cafe, pihak Intelkam Polda Bali yang konon katanya pemilik Jin Hape, yang konon pula katanya akan segera pindah ke JinHp.com. Pertanyaan pertama yang ia sodorkan kepada saya; “berapa earning anda?”. Aduh, mohon maaf pak, demi Gorky saya bersumpah tidak melakukan aktivitas internet yang sifatnya melawan hukum! Ketika saya ajak masuk, ia menjawab “sedang menunggu “Kode yang Rusak” dan Dia-Yang-Namanya-Tak-Boleh-Disebut“. Segala puji bagi Trotsky, ternyata bukan saya yang menjadi target operasi. Tak disangka jejak-jejak lendir yang ditinggalkan kedua pakar lendir begitu amis hingga terendus oleh penciuman aparat kepolisian.

Singkat kata, datanglah seseorang, berbaju merah dipadu jaket berbahan “jeans” dengan topi berwarna coklat bertengger diatas kepalanya. Dari wajah, sekilas bisa diterka bahwa ia seorang peranakan tionghoa. Entahlah, dengan gaya malu-malu dan logat Jawa yang kentara, ia mengaku bernama “Kode yang Rusak“.Baladika dan Brokencode

Lalu terdengar suara sang Mujahir memanggil nama seseorang. Orang ini, atau tepatnya, makhluk ini, Dia-Yang-Namanya-Tak-Boleh-Disebut! Dengan baju merahnya ia berjalan keatas panggung ditengah gemuruh teriakan para pemujanya. Sempat terpikir selintas ia akan membawakan tarian birahi diatas panggung, tapi sayangnya tidak. Dengan gabungan jurus jinak-jinak merpati dan malu-malu kucing, ia memperkenalkan diri. Tak tampak pikat pesona seorang “Penjahat Kelamin” pada dirinya.

Dan ia lewat didepan saya begitu saja. Melengos pergi, tanpa peduli bahwa saya menjabat tangannya dan ingin berkenalan dengannya. Oh terberkatilah Ketua Mao dengan segala sumpah serapah dunia. Sungguhlah dia, Dia-Yang-Namanya-Tak-Boleh-Disebut. Kau Tahu Siapa???

Notabene : Foto diambil dari bang mosalaki

Ada 4 komentar untuk “Si Baju Merah; Dia Yang Namanya Tak Boleh Disebut”

  1. yang tidak mau disebut namanya berujar:

    bukan sombong bos, waktu jabat tangan agak cuek. rasa malu dan grogy membuat saya cuek saat jabat tangan :roll:

  2. P3malu berujar:

    baru ketemu blognya… :wink:

  3. artana berujar:

    Saya tahu bli Meonx tapi gak sempat kenalan, soalnya bli asyik becanda sama balivetment. Yah, kenalan sekarang dech!

  4. eka berujar:

    @ yang tidak mau disebut namanya
    iya nie para pakar lendir main kabur aja waktu itu. padahal setelah acara selesai masih banyak makanan yang nganggur.
    bli meonx juga ga bisa langsung kabur setelah acara selesai….
    @ artana
    koreksi dikit bli….nama saya balivetman bukan balivetment hehehe:P

Beri komentar