Menyindir Seseorang

Tuesday, 11 March 2008

Polling :
Suatu sore anda sedang jenuh dirumah, dan memutuskan berjalan disekitar kawasan rumah anda untuk penyegaran suasana. Rupanya sore tersebut merupakan hari keberuntungan anda. Dijalan, anda menemukan tiga lembar uang kertas pecahan Rp. 100 ribu dengan kondisi utuh.

Uang yang pertama terlihat masih baru, tapi tergeletak diatas bekas muntahan seseorang. Uang yang kedua terlihat kusam, agak “kucel”, ada sedikit noda tinta terciprat dipermukaannya dan diatasnya ada sedikit kotoran ayam menempel. Sedang uang yang satunya lagi, mengapung diatas selokan yang kotor dan banyak nyamuk beterbangan disekitarnya. Kira-kira uang mana yang anda akan ambil? [Tidak usah dijawab]

Atas nama Baal, si Raja Perang, adalah sangat konyol jika kita memilih untuk mengambil hanya salah satu, ataupun salah dua, apalagi tidak mengambil, diantara uang yang ada. Dan terlihat lebih konyol lagi serta pandir ketika saya, dengan kata-kata yang seolah-olah bijaksana, berujar bahwa pada dasarnya saya, tidak pandang bulu untuk pilah-pilih dalam mencari penghasilan. Berapapun besarannya, selama itu berujud uang dan berlaku sah, pasti akan saya kejar.

Dan semuanya kekonyolan itu terletak pada ketidaksesuaian antara penggunaan variabel uang pecahan Rp. 100 ribu dengan pesan yang ingin disampaikan. Jangankan uang pecahan Rp. 100 ribu, pecahan Rp. 10 ribu pun pasti akan anda ambil bila anda menemukannya tergeletak begitu saja tanpa ada pemiliknya. Walau ada kotoran manusia atau bangkai hewan didekatnya.

Bagaimana bila begini :
Anda sedang berjalan disebuah kawasan pedestrian yang berada dekat dari tempat anda bekerja. Tak seberapa jauh berjalan, anda menemukan tiga lembar uang kertas tergeletak ditaman kecil yang berada disebelah pedestrian tersebut. Yang pertama, uang pecahan Rp. 100, terlihat masih baru. Tak seberapa jauh, tergeletak uang pecahan Rp. 500, dengan kondisi kusam dan bekas terinjak. Dua meter kekanan dari uang kedua, terdapat uang pecahan Rp. 1.000, dengan genangan ludah menempel diatasnya.
Kira-kira mana yang anda akan ambil?

Notabene : Daripada ia cuma lewat sekedar menampakkan wajah vektor-palsu-nya, agar seolah-olah ia rajin berkunjung kesini, maka lebih baik ia dipaksa untuk berkomentar. Bila ia tidak merasa disindir karena ini, maka biarlah semua terlihat konyol adanya.

Ada 10 komentar untuk “Menyindir Seseorang”

  1. ady gondronk berujar:

    maksudnya apa ini bro???
    kalo saya nemu uang dijalan,asal ga ada yg punya pasti saya ambil bos…
    uang gitu loch… :mrgreen: :razz: :lol:

  2. KenReidy berujar:

    Nyindir siapa ini…? adakah diriku mengenalnya….?

  3. phat berujar:

    kalo saya sih pilih yg Rp500…
    nominalnya medium..
    damagenya medium…
    yg sedang2 sajaaaa…. :mrgreen:

    btw, salam kenal :smile:
    *blogwalking*

  4. ekads berujar:

    [Tidak usah dijawab]
    jadi buat apa juga dijawab…… :mrgreen:

  5. devari berujar:

    saya ambil semuanya ;)

  6. meonx berujar:

    :arrow: Ady Gondronk
    Maksudnya menyindir seseorang yang telah menjadi pesohor di blogsfer Indonesia.

    :arrow: Ken Reidy
    Tentulah dikau mengenalnya. Ia seorang pesohor diblogsfer Indonesia. Harian Surya pernah memuat artikel tentang dirinya, yang konon penghasilannya mencapai Rp. 90 juta perbulan.

  7. baladika berujar:

    saya sering di sindir :roll:

  8. tude berujar:

    yg pasti bukan cosa dong :cool:

  9. raka berujar:

    100.., 500.., 1000…, 10.000…, 100.000…,1.000.000… ikuti aja terus, mungkin ada yang lebih besar lagi. Btw, duitnya buat yang punya blog aja deh, buat saya? gampang… ntar saya ngayal lagi he.. he.. he.. :oops:

  10. Busby SEO Challenge berujar:

    Saya akhirnya mengerti siapa yang anda maksudkan…. Setelah berbulan lamanya bertanya-tanya penuh ketakpastian.

Beri komentar