Kenapa Sinting dan Iseng

Tuesday, 20 May 2008

Pada dasarnya saya sudah terbiasa untuk hidup menjadi seorang yang aneh dan sinting diantara manusia-manusia yang mengaku dirinya normal. Layaknya Chairil Anwar dalam “Aku”; “Aku adalah binatang jalang dari kumpulannya yang terbuang”. Entahlah, diantara semua hal yang biasa pada setiap manusia, bukannya memilih untuk menjadi yang luar biasa, saya lebih memilih untuk menjadi yang tidak biasa. Karena saya sadar bahwa saya tidak memiliki apapun untuk menjadi luar biasa.

Ketika orang-orang berjuang dan berusaha keras untuk menjadikan blognya sebagai ladang usaha, berlomba-lomba untuk mencari pemasukan lewat iklan, saya memilih untuk tidak melakukannya. Entahlah, saya tidak ingin memasang iklan apapun diblog ini. Walaupun dulu saya pernah sesekali memasangnya, namun untuk kedepannya saya berusaha untuk tidak memasang iklan apapun disini. Kecuali jika pihak Google mengizinkan iklannya dipajang dalam blog yang menggunakan bahasa Indonesia. Dan hendaknya kawan-kawan saya semua memahami jalan yang saya pilih. Jangan menjadi keparat dan bedebah macam orang ini, yang mencoba memasang iklan disini dalam bentuk komentar. Jangan pula menjadi bangsat macam makhluk ini, yang memasang jebakan “Hot Linking” kesini.

Disaat orang-orang memilih layanan blog hosting tak berbayar macam, Wordpress, Blogger, Xanga dan lain-lain, sebagai tempat blog mereka, saya memilih menggunakan jasa hosting berbayar sebagai tempat blog saya. Walaupun saya menggunakan perangkat Wordpress sebagai sistem pengelolaan yang saya gunakan diblog ini, yang mengharuskan saya untuk mempunyai akun di wordpress.com guna mengaktifkan perangkat Akismet untuk mencegah banyaknya komentar sampah yang masuk, namun entahlah saya enggan untuk memasukkan artikel diakun wordpress.com saya.

Tatkala orang-orang berlomba-lomba untuk melecehkan bahasanya sendiri, dengan memilih menggunakan “bahasa gaul” untuk menuliskan setiap artikelnya ataupun menggunakan bahasa Inggris dengan harapan akan ada banyak iklan yang bisa ditayangkan, saya memilih untuk menuliskan artikel-artikel saya dalam bahasa Indonesia dengan kaidah yang baik dan benar. Walaupun untuk menulis artikel dengan mengikuti kaidah bahasa Indonesia terkadang sulit untuk dilakukan.

Sebagai makhluk berakhlak nan waras, tentu saja kawan-kawan semua tidak ingin mengikuti jejak saya bukan. Karena, terutama sekali, ada sensasi luar biasa terasa ketika mendapati kenyataan bahwa saya berbeda dibanding dengan lainnya. Karena saya sudah bosan dianggap sebagai makhluk istimewa sejak kecil oleh orang-orang disekitar saya. Karena ada hikmah yang saya dapati dibalik semua ketidakbiasaan saya. Karena … … ssstttt … … saya diberi domain dan hosting gratis selama 2 (dua) tahun gara-gara kesintingan dan keisengan saya ini.

Ada 3 komentar untuk “Kenapa Sinting dan Iseng”

  1. meonx.com berujar:

    [...] pada anda yang telah memberikan sewa domain serta hosting blog ini secara gratis kepada orang sinting nan iseng ini. Tapi entahlah, saya tiba-tiba mencurigai Ken Reidy sebagai aktor intelektual dibalik semua [...]

  2. meonx.com berujar:

    [...] kita niatkan. Dalam porsi yang lebih berat, maka datanglah penyakit seperti yang saya derita ini. GILA, SINTING, GENDENG, EDAN, SEDENG, dan KURANG WARAS. [...]

  3. meonx.com berujar:

    [...] Melihat gelagatnya yang hendak melarikan diri, langsung saya pegang kerah bajunya. Buk! Buk! Dua bogem mentah saya melayang keperutnya. Aneh dia tidak meringis kesakitan, malah tersenyum. Saya rampas tas pinggangnya, sialan, hanya ada selembar uang lima ribuan. Lagi-lagi tinju saya melayang, kali ini kedadanya. Dan tetap saja reaksinya hanya tersenyum. Apa orang ini sudah sinting? [...]

Beri komentar